Peralatan fermentasi merupakan salah satu peralatan terpenting dalam rekayasa mikroba. Perangkat kultur yang sangat baik harus dirancang dengan struktur yang rapat, kinerja pencampuran cairan yang baik, laju perpindahan massa dan perpindahan panas yang tinggi, serta instrumen deteksi dan kontrol yang andal. Dapatkan produktivitas maksimal.
Peralatan fermentasi dibagi menjadi tangki fermentasi aerobik dan tangki fermentasi anaerobik sesuai dengan kebutuhan oksigen dalam fermentasi. Namun, penerapan sebenarnya dalam produksi sebagian besar adalah fermentasi mikroba aerobik, sehingga terdapat jenis tangki fermentasi aerobik terbanyak dan penelitian paling menyeluruh.


1. Tangki fermentasi anaerobik
Terutama digunakan untuk produksi alkohol, aseton, butanol, asam laktat dan bir, dll. dan untuk fermentasi sel yang tidak bergerak. Koefisien pemuatan bisa mencapai 0,8-0,9. Tangki umumnya berbentuk kerucut vertikal, terbuat dari pelat baja atau beton bertulang. Penutup dan bagian bawahnya berbentuk piring atau mengerucut. Ketinggian tangki umumnya 1-1,5 kali diameternya.
2. Tangki fermentasi aerobik
Tangki fermentasi aerobik biasanya menggunakan ventilasi dan pengadukan mekanis untuk meningkatkan laju disolusi oksigen guna memenuhi metabolisme mikroorganisme dan akumulasi produk.
Menurut cara masukan energinya, tangki fermentasi aerobik dibagi menjadi tiga kategori: jenis pengadukan mekanis internal, jenis pengadukan cairan eksternal, dan tangki fermentasi pengangkat injeksi udara.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, ENCO menyediakan solusi terintegrasi termasuk teknik dan desain, manufaktur dan modularisasi, commissioning dan pemasangan secara turnkey kepada klien global.
Silakan hubungi kami jika Anda memerlukan dukungan:
Nama : Kelvin
Nomor Seluler/Whatapp: M/W:+86 18593449637
E-mail:kelvin@cnenco.com



















